Mycourse Material   |  Insight    |  Home  |  Contact

 

Highlight Box

 

Galery FOTO

galery foto hasil Iphone4
galery foto hasil Nexus samsung
galery foto hasil Fuji X20

 

Menjadi Kreatif dengan Fotografi 

”Gadget”

Kompas 30 Mei 2014 

http://epaper1.kompas.com/kompas/books/140530kompas/index.html#/37/

FOTO-FOTO: KOMPAS/YUNIADHI AGUNG  Salah satu fitur kamera di gadget yang dapat kita manfaatkan adalah foto panorama.

DUNIA dalam genggaman tangan! Kalimat tersebut terasa pas untuk menggambarkan perkembangan fotografi digital kini. Memotret tidak harus menggunakan kamera profesional, tetapi juga bisa dari telepon pintar dan ”gadget” yang kita punya.

Peranti komunikasi ini telah menjelma menjadi media perekam favorit. Bisa jadi, fitur kamera di telepon pintar lebih banyak digunakan dibandingkan fitur panggilan suara.Memotret dengan gadget sudah menjadi bagian hidup sebagian kita sehari-hari. Hal yang paling fenomenal dari memotret dengan gadget adalah kian populernya teknik memotret diri sendiri atauselfie

Pada era sebelum berkembangnya fotografi telepon pintar, selfie lumayan ribet dilakukan. Ukuran kamera yang besar membuat kita kesulitan memegang kamera dan mengarahkan kepada diri sendiri. Kini, dengan mudah kita memegang gadget dan memencet tombol untuk ber-selfie. Memotret dengan kamera di gadget jauh lebih mudah dan menyenangkan. Lebih mudah karena jika dilihat dengan hitungan waktu, memotret dengan gadget lebih cepat dibandingkan kita memotret dengan kamera digital single lens reflex (DSLR).

Gadget yang biasanya kita pegang, tinggal diarahkan pada obyek, melihat layar, dan memencet tombol. Bandingkan jika kita menenteng kamera DSLR, maka kita harus melihat obyek melalui jendela bidik, mencari fokus, baru memotret.

Memotret dengan kamera di gadget lebih menyenangkan, karena bagi sebagian orang menjadi sarana berekspresi dan merespons lingkungan sekitar. Terlebih lagi kian banyak media sosial yang bisa menjadi ajang untuk memperlihatkan hasil foto kita. Tinggal jepret kemudian unggah, semudah itu.

Kualitas

Pertanyaan yang sering mengemuka saat memotret dengan gadget, adalah apakah foto yang dihasilkan berkualitas bagus? Pada dasarnya, kualitas kamera pada gadget relatif kalah dari kualitas kamera digital profesional. Meski demikian, gadget model terbaru biasanya sudah dilengkapi kamera dengan resolusi lebih dari 5 megapiksel. Ini berarti cukup bagus jika dicetak dengan ukuran 10R (20x25cm).

Kamera di gadget dianggap tak istimewa karena tidak dilengkapi dengan fitur pengoperasian yang beragam layaknya kamera DSLR. Banyak yang beranggapan, memotret dengan kamera di gadget tak akan menghasilkan foto yang bagus. Mari kita hilang¬kan anggapan yang salah itu. Foto yang bagus tak hanya bisa dihasilkan kamera digital profesional. Foto yang bagus bisa dihasilkan media perekam apa pun.

Seorang pemilik kamera ponsel dengan resolusi 2 megapiksel pun mampu menghasilkan foto yang bagus karena dia mampu merespons apa yang terjadi di sekitarnya. Foto-foto dalam kategori spot news, seperti bencana, kecelakaan, dan kerusuhan, mempunyai nilai berita yang kuat jika diabadikan pada saat kejadian berlangsung.

Bisa jadi para pemilik gagdet dengan kualitas kamera yang minimalis-lah yang pertama mengabadikan peristiwa tersebut. Tentunya, foto itu mempunyai nilai berita yang lebih kuat dibandingkan dengan pengguna kamera profesional yang tiba di lokasi belakangan.

Keterbatasan

Kamera di gadget mempunyai keterbatasan, tetapi jangan sampai hal ini menjadi hambatan kita berkreasi. Proses kreatif dapat kita lakukan jika telah berdamai dengan kemampuan kamera digadget. Berpatokanlah pada prinsip bahwa bukan pada jenis kamera yang kita punya, tetapi bagaimana kita mengoperasikan kamera itu.

Di sini, bukan kamera yang mengendalikan kita, tetapi kita-lah yang menjadi panglima. Sering pemilik gadget lebih dulu minder dengan kamera mereka dan memutuskan tidak memotret. Buang pikiran tersebut! Apa pun yang kita lihat, dan menurut kita menarik, abadikan dengan kameragadget.

Salah satu kiat membuat foto yang menarik dengan kamera gadget adalah memotret obyek yang mempunyai komposisi garis, warna, dan pencahayaan. Jenis obyek tersebut relatif mudah mengikat mata sehingga penikmat foto tak begitu peduli dengan kualitas foto yang dihasilkan.

Satu lagi yang kita bisa lakukan dengan kamera gadget adalah membuat foto eksperimen. Contohnya, membuat foto dengan gaya slow speed karena umumnya kamera gadget cukup lambat merespons obyek dalam kondisi pencahayaan yang kurang.

Dengan latihan terus-menerus, cukup gampang kita membuat foto dengan teknik kecepatan lambat. Foto dengan gaya slow speed memiliki nuansa yang unik dan berbeda.

Hanya disimpan?

Pertanyaan selanjutnya, apakah foto-foto yang kita hasilkan dengan gadget hanya disimpan dan memenuhi kapasitas memori gadget? Banyak cara untuk membuat foto yang kita hasilkan dengangadget memiliki nilai lebih.

Boleh saja kita hanya mengunggah foto-foto itu melalui media sosial dan menunggu teman-teman memberi respons. Namun kita jangan hanya puas pada tahap itu.

Mengapa tidak membuat blog yang menampilkan karya foto gadget kita? Jika blog ini digarap serius dan kualitas karya foto kita bagus, bukan tak mungkin blog menjadi portofolio dan etalase kita. Jika ada orang tertarik dengan karya kita, bisa saja foto itu terjual dan berarti tambahan uang jajan.

Cara lainnya, karya foto gadget kita kumpulkan dan diterbitkan menjadi buku. Mencetak buku foto lebih mudah karena semakin banyak tempat yang melayani cetak digital dan membuat buku dengan jumlah yang kita inginkan. Jadi, apakah kita keukueh hanya memperbanyak foto selfie dengan kamera di gadget, atau menjadi kreatif dengan memotret obyek yang menarik? Pilihan ada di genggaman kita! (YUNIADHI AGUNG)

-----------------------------------------------

Ketajaman Fuji X20 .

Speed 1/10; F2.5  ISO:800  f= 60,73mm (equ 35mm) Flash no;  Macro; Lens Fujinon f 28 - 112 mm 1:2.0-2.8

 Panorama

 

Kembali ke Depan

 

 

This Web Page Created with PageBreeze Free HTML Editor / Best Web Hosting