Mycourse Material   |  Home    |  Hobby   |  Contact

Highlight Box

 

 

Artikel.

Abstract.



---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Gereja dan Perubahan Sosial : suatu pendekatan sosiologi

 Oleh Bambang Harjono, M.Si

Peran Gereja didalam perobahan sosial masyarakat sekitarnya adalah topik besar yang sudah lama di gumulkan. Kajian teorinya adalah bagaimana pola hubungan (interaksi) antara individu dengan masyarakat, individu mempengaruhi masyarakat atau masyarakat mengkondisikan individu. Baik kajian Durkheim dengan teori fakta sosial maupun Weber dengan teori rasional-etikanya, atau Giddens dengan internalisasi, semua mencoba menggagas bagaimana sebenarnya rasionalisasi dari seorang aktor berperan didalam perobahan sosial lingkungan masyarakatnya.

Hal ini barulah kajian sosiologis, belum lagi kajian etis dan teologis dari bagaimana peran gereja di tengah masyarakatnya, masih terdapat jalan panjang yang harus di lalui. Di tengah sepinya kajian peran gereja didapati suatu pengalaman dari Gereja Kristen Protestan Bali (GKPB) yang sudah mengalami terpaan arus perobahan sosial pada masa perintisan (th 1912, tantangan kemiskinan akibat pengucilan) sampai dengan keberhasilan saat ini (terdapat 56 Jemaat lokal dengan berbagai program holistik memberkati masyarakat). Bagaimana keputusan perubahan yang diambil dan langkah-langkah untuk mengatasi masalah jemaat sampai kepada berdampak kepada masyarakat sekitarnya adalah sebuah pengalaman yang berharga untuk di kaji.

Sebagai kesimpulan :

 1.        Peran yang di lakukan oleh GKPB, awalnya tidak direncanakan kedepan untuk masyarakat, tetapi lebih terfokus kepada jemaat sendiri, yaitu bagaimana keluar dari masalah yang di hadapi, termasuk kemiskinan dan bersaksi, tetapi pada waktu berhasil mau tidak mau berdampak pula kepada masyarakat. 

  2.    Untuk berperan dan berdampak tidak harus menunggu menjadi mayoritas, populasi orang Kristen tetap minoritas, tetapi dampak yang di hasilkan melebihi jumlah bilangan orang percaya..

Jurnal Transformasi, Vol. 10 nomor 1 Juni 2014

           Cover                                                          Daftar Isi                                     Keseluruhan

Study awal tentang Keluarga : sebagai sasaran Pembangunan Masyarakat

Oleh Bambang Harjono, M.Si

Abstrak

Pembangunan Masyarakat merupakan isu yang sudah kita dengar sejak era Orde Baru, biasanya kita menempatkan Pembangunan Masyarakat sebagai masalah struktur dan makro. Padahal kita ingat bahwa sasaran dari pembangunan masyarakat adalah manusianya, yang tentu saja mikro dan memang menciptakan gap yang lebar, dengan teori makro.

Untuk mengatasi hal itu, kita bisa menyisipkan satu entitas ditengah nya yaitu keluarga. Artinya individu yang jadi sasaran tadi ada didalam lingkungan keluarga. Bagaimana dampak pembangunan yang makro bisa berdampak kepada interaksi Ayah dan Ibu, Ayah dan Anak dan Ibu dengan Anak didalam koridor keluarga.

Memang dalam hal ini belum didapati keseragaman analisis, tetapi bukan berarti hal tersebut tidak mungkin, sebaliknya justru bisa menunjukkan suatu kerangka analisis baru ditengahnya.

 
Teori Pembangunan masyarakat, Keluarga, sasaran pembangunan.

Jurnal Transformasi Volume 12 No:1 - Juni 2016 - Hal 60-70

Cover jornal               Daftar Isi              Keseluruhan

"Keluarga" di Tengah Dikotomis Peran Individu dan Struktur Masyarakat 

(Kajian Pentingnya Institusi Sosial eluarga di dalam Resilliency Masyarakat di Tengah Perubahan Sosial).

Oleh Bambang Harjono, M.Si

Abstrak

Perdebataan antara individu atau struktur masyarakat yang menjadi faktor penentu di dalaam perilaku masyarakat masiah merupakan kajian kuno yang belum tergali rumusannya secara tuntas, sosiologi modern dalam hal ini melapisinya dan mengubur persoalan yang belum tuntas. Ditengah situasi semacam itu, munculnya institusi keluarga menjadi menarik, mengingat institusi keluarga adalah unit kecil dimana individu memiliki interaksi dengan orang lain (dan terbuka untuk berinteraksi dengan institusi sosial yang lebih besar) tetapi juga memiliki ruang bagi individu untuk bertumbuh. Kondisi ideal ini menjadikan insitutis sosial keluarga patut diperhitungkan sebagai media analisis sosial.

Jika dilihat secara historis institusi sosial keluarga sudah menjadi institusi sosial tua seiring dengan tuanya suatu peradaban unibersal (bukti secara historis keluarga menjadi konteks metafora hampir seluruh pesan-pesan Allah di dalam Alkitab) maupun kajian modern, dimana institusi sosial berdampingan dengan  Sosial kapital turut membangun sifat resilliency masyarakat di dalam menghadapi suatu perubahan sosial (sepereti kajian Fukuyama).

 Jurnal Transformasi vol.11 nomor 1 (Juni 2015)

Cover journal                                  Daftar Isi                                  Keseluruhan  


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

This Web Page Created with PageBreeze Free HTML Editor / Web Hosting